Senin, 23 September 2013

Yuk, Kita Kenali Tanda - Tanda Kanker Limfoma (Kanker Getah Bening) Lebih Dini



Yuk, Kita Kenali Tanda – Tanda Kanker Limfoma (kanker Getah Bening) Lebih Dini..

Assalamualaikum..
Welcome to my blog guys..
Ceritaku kali ini akan mencoba untuk membahas kanker limfoma..
Tapi sebelum dibahas lebih lanjut..

Apa readers sudah tau, apa sih bedanya tumor dan kanker??
Tumor terdiri dari 2 jenis, tumor jinak (benigna) dan tumor ganas (maligna). Tumor ganas ini dikenal oleh masyarakat luas dengan sebutan kanker. So, jangan lagi bertanya kalo ada istilah tumor, dengan pertanyaan tumornya ganas apa jinak ya guys. Karena jika diagnosa yang diberikan adalah tumor, maka yang dimaksud adalah tumor jinak (benigna).

Tumor dan kanker memilik kesamaan ya guys. Kesamaannya yaitu sama – sama pertumbuhan sel yang cepat dan tidak normal (abnormal). Perbedaannya adalah sel tumor tidak dapat bermetastasis (menyebar) ke sel lain yang sehat, sedangkan sel kanker dapat bermetastasis ke sel lain yang sehat. Hal ini yang mengakibatkan pada kanker stadium akhir (4) sel kanker sudah ditemukan dihampir seluruh sel tubuh. Untuk mengetahui apakah sel tersebut itu tumor jinak (benigna) atau tumor ganas (maligna/kanker) perlu dilakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mendapatkan hasil yang lebuh akurat.


Guys..
Kanker limfoma atau kanker getah bening termasuk kedalam 10 jenis kanker yang dapat disembuhkan. Kemungkinan untuk sembuh total dalam jangka waktu panjang, dapat diraih dengan persentase 90% jika kanker dideteksi secepat mungkin..
Kanker limfoma sendiri dibagi menjadi 2, yaitu limfoma hodgkin dan non-hodgkin. Namun, kanker limfoma yang sering ditemukan adalah kanker Limfoma Non hodgkin (LNH).

Usia dimana hormon sedang berada dalam puncaknya itu berkisar antara usia 20 – 40 tahun guys..

Tanda – tanda awal penyakit ini hampir mirip dengan penyakit biasa guys, sulit untuk bisa mendeteksi apakah gejala yang muncul adalah tanda dari kanker getah bening atau bukan. Namun, ada beberapa tanda yang dapat menjadi acuan kita untuk mencurigai apakah kita mengidap penyakit kanker limfoma. Berikut adalah tanda – tanda yang bisa dikenali (biasanya tanda yang menyertai kanker LNH):
1.     Pembengkakan didaerah sekitar kelenjar getah bening seperti leher, ketiak, pangkal paha. Jika diraba pembesaran teraba padat dan jika pembesaran terjadi disekitar leher biasanya disertai dengan rasa sakit saat menelan.
2.    Anemia.
3.    Penurunan berat badan dan lemas, penurunan berat badan hingga 20% dari berat badan normal.
4.    Berkeringat dimalam hari tanpa aktivitas.
5.    Demam.
6.    Gatal pada kulit.

Jika reders mengalami gejala – gejala seperti diatas maka sebaiknya readers memeriksakan diri ke rumah sakit, dan mengecek LDH (Laktat Dehidrogenase), jika enzim LDH tinggi maka dicurigai readers suspect limfoma. Dan untuk mengetahui kepastiannya maka harus dilakukan biopsi (pengambilan jaringan) dari jaringan yang membengkak, guys..

Jika sudah dilakukan biopsi dan positif kanker, maka selanjutnya akan dilakukan klasifikasi stage. Apakah stage kanker yang dialami termasuk stage 1, 2, 3 dan 4. Jika stage dideteksi masih diawal(stage 1) maka pengobatan yang akan disarankan adalah dengan terapi radiasi atau operasi pengangkatan kanker. Kemungkinan keberhasilannya cukup tinggi ya guys...


Apabila sudah masuk ke stage 2 maka terapi yang akan disarankan adalah kemoterapi. Dan jika kanker sudah masuk kedalam stage 3 – 4 maka terapi yang disarankan adalah keduanya, radiasi dan kemoterapi dengan prosentasi keberhasilan sekitar 60%.

Sayangnya, ada anggapan di masyarakat bahwa jika dilakukan biosi pada jaringan yang dicurigai ada sel kanker, akan memicu pertumbuhan sel kanker dan memperburuk keadaan dan status kesehatan. Ini mitos ya guys..

Ada atau tidaknya biopsi, kanker limfoma tetap ada dalam tubuh, karena kanker limfoma sifatnya sistemik (beredar didalam tubuh bersama darah, sama seperti halnya kanker darah atau leukimia). Bertambah berat atau besarnya kanker limfoma bukan pengaruh dari adanya biopsi. Biopsi mutlak diperlukan untuk mengetahui jenis kanker limfoma. Apakah pembesaran itu karena infeksi biasa, tumor jinak atau kanker. Hal ini juga berlaku untuk jenis kanker lain yang membutuhkan biopsi untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk readers yang memiliki riwayat penyakit tumor atau kanker dalam keluarga, readers mesti waspada ya..
Karena walaupun kanker itu tidak diturunkan secara genetik, namun jika dalam keluarga ada yang mengidap penyakit tumor atau kanker, besar kemungkinan untuk mengidap penyakit yang sama. Walaupun, ini ga mutlak ya guys..
Itu hanya salah satu faktor pencetus terjadinya kanker..
Faktor lain yang menjadi faktor paling utama sekarang ini adalah gaya hidup ya guys..

Yups, gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok, minum alkohol, berlebihan dalam mengkonsumsi protein dan lemak (daging dan junk food), serta makanan asin dan pedas bisa memicu kanker ya guys..
Protein dan lemak yang berlebih didalam tubuh, akan mengakibatkan kadar keasaman tubuh meningkat. Keadaan asam tubuh yang meningkat merupakan tempat tersubur untuk tumbuhnya sel – sel kanker lho guys..
Makanan yang mengandung zat karsinogenik (zat yang dapat memicu kanker) sekarang sangat mudah ditemui. Sebut saja makanan yang dibakar dengan arang dan terdapat bagian yang gosong kehitaman. Makanan ini jika dikonsumsi berlebihan dapat memicu terjadinya kanker. Selain itu, pewarna kimia dan zat pengawet juga bisa menjadi faktor pencetus terjadinya kanker.

Selain itu tingkat stres yang tinggi, meminum suplemen vitamin E tanpa dosis dan resep yang tepat dapat menjadi faktor penyebab terjadinya kanker. Keduanya dapat meempengaruhi produksi hormon yang ada didalam tubuh kita. Jika keadaan hormon tidak stabil, maka metabolisme dalam tubuh akan terganggu. Jika begitu maka sel – sel yang harusnya tumbuh secara normal, akan menjadi terganggu, bisa menjadi lebih cepat pertumbuhannya dan mengakibatkan keganasan yang selanjutnya menjadi kanker. Stres yang tinggi juga dapat menurunkan produksi sel darah putih. Sel darah putih bertugas sebagai prajurit yang menjadi alat tubuh untuk memerangi kuman – kuman penyebab penyakit. Jika prajurit yang diproduksi menurun, sedangkan kuman – kuman penyakit berdatangan dan jumlah sel darah putih tidak sebanding dengan kuman yang datang, akan mengakibatkan tubuh menjadi menurun kesehatannya, dan jika tidak ditangani tubuh akan menjadi sakit. 

Keadaan di luar tubuh juga bisa mempengaruhi ya guys..
Seperti polusi dan tempat kerja..
Yups tempat kerja juga bisa mempengaruhi status kesehatan pekerjanya. Terutama tempat kerja yang tidak mengindahkan K3. Tempat kerja seperti pabrik asbes, bahan – bahan kimia, dan radiasi dapat menjadi faktor eksternal dari kanker..
So, kalau readers kebetulan bekerja ditempat – tempat tersebut, patuhi standar keselamatan dan standar operasional prosedur yang sudah ditetapkan ya guys..
Jangan menganggap remah alat – alat keselamatan diri yang harus dipakai selama bekerja ya guys.. karena setiap alat keselamatan itu mempunyai fungsi yang bisa melindungi diri kita. Jika kebetulan tempat kerja tersebut belum memiliki standar keselamatan dan operasional prosedur, so jangan ragu untuk menjadi pioner yang mengajukan untuk terciptanya standar keselamatan demi terciptanya keamanan, kesejahteraan dan kenyamanan dalam bekerja..
Polusi mengandung zat radikal bebas yang dapat menjadi pemicu terjadinya kanker apabila didukung dengan gaya hidup yang tidak sehat.


Sebenarnya, semua penyakit dapat dicegah guys..
Untuk kanker limfoma sendiri ada beberapa tips yang dapat dilakukan, untuk mencegah terjadinya kanker limfoma. Tipsnya sebagai berikut:
1.     Jangan merokok dan minum alkohol.
2.    Jangan terlalu banyak makan asin, pedas, protein, dan lemak.
3.    Memiliki pertahanan terhadap stres yang baik (mekanisme koping adaptif).
4.    Rutin olah raga, dan memilih jenis olah raga yang tepat.
5.    Hidup teratur.
6.    Jangan meminum obat – obatan yang tidak jelas tanpa dosis dan resep.

Jika readers pernah mengalami tumor atau kanker limfoma dan sudah menjalani pengobatan dan dinyatakan sembuh oleh dokter, bukan berarti readers terbebas sepenuhnya dari kanker. Kanker tersebut dapat kembali lagi menyerang tubuh, dan kemungkinan tidak terdeteksi dini. Jaga pola makan dan jenis makanan yang dikonsumsi, serta pertahankan gaya hidup sehat merupakan salah satu kunci untuk mencegah kanker tersebut berulang kembali. Secara proaktif mengikuti proses pengobatan sampai tuntas juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Hal ini, tidak terbatas untuk readers yang pernah mengalami kanker limfoma, tapi juga untuk semua readers yang masih sehat dan tidak mengidap penyakit apapun, terlebih lagi untuk readers yang memiliki riwayat tumor atau kanker dalam keluarga.

So, semoga ceritaku kali ini bisa menambah wawasan kesehatan bagi readers semua yaa..
So, see u later in next time ya guys...
Lets Go to stay healthy for better life. Bye...
Written by: @nou_chi
References:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar