Jumat, 31 Mei 2013

farmakologi sederhana


how to drive the drug in our body?

Hmmm...
Oke buat readers semua, welcome back to my wall..
Hehe..
Untuk sesi kali ini saya akan coba untuk menjelaskan bagaimana sih perjalanan obat ditubuh kita sampai obat tersebut bekerja alias menimbulkan efek pengobatan di tubuh kita. So, untuk readers yang mau tau, silahkan lanjutkan untuk membaca ya...

       Obat, pasti readers udah ga asing dengan istilah yang satu ini. Tapi apa sih ya arti dari obat itu sendiri? Obat dapat diartikan sebagai suatu zat kimia baik sintesis atau alami yang dapat mempengaruhi sistem tubuh yang digunakan untuk mencegah, mengurangi, menghilangkan dan menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit. 

       Obat sendiri masuk ke tubuh kita dalam berbagai cara seperti oral (diminum), disuntikkan (intravena, intramuskuler, subcutan, intracutan), lewat anus (supositoria), kulit dan mata (topical: salep), sublingual (dibawah lidah: biasanya untuk pasien jantung), dll. 

       Proses masuknya obat ke dalam tubuh sampai dikeluarkannya kembali disebut dengan farmakokinetik. Dalam memberikan obat baik yang bertugas sebagai pemberi obat (perawat) dan yang menerima atau mengkonsumsi obat (pasien/readers) dimanapun anda berada, ada beberapa poin penting yang harus diperhatikan untuk memastikan obat yang akan dikonsumsi. Poin tersebut adalah benar obat, benar dosis, benar waktu pemberian / waktu mengkonsumsi obat, benar pasien (untuk perawat), dan benar cara pemberian (perawat) atau cara pemakaian (pasien/readers). 

       Semua poin tersebut sangatlah penting untuk diketahui baik oleh para praktisi kesehatan maupun para pasien atau siapapun yang sedang mengkonsumsi obat agar terhindar dari malpraktek ataupun kesalahan dalam pemerian obat. Karena sedikit saja kita lengah maka efek berbahaya obat akan langsung mengintai kita dalam waktu sekejap. Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki pengaruh yang berbeda antara obat yang satu dengan yang lain. Terutama dalam pemberian antibiotik, ketika kita salah dalam mengkonsumsi antibiotik dan tubuh tidak bisa kompromi dengan obat tersebut maka efek Stephen Johnson akan tampak pada tubuh kita. Hal yang sederhana dari efek tersebut adalah sesak napas, sampai pada seluruh kulit kita melepuh. Ga mau kan ya kita mengalami hal tersebut? So, hati – hatilah dalam penggunaan obat. Semua obat adalah racun!! Yang membedakan obat dengan racun adalah dosis!!

Oke kita lanjut ke bahasan selanjutnya ya readers....
Masih inget sama istilah farmakokinetik donk ya? Kalo lupa baca lagi deh di paragraf atas ya.. hehe..

          Farmakinetik secara garis besar dibagi menjadi tiga proses yaitu absorpsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresi obat. Agar obat tersebut bisa menjalankan fungsinya dengan baik (efek), maka kadar obat tersebut harus tepat atau yang biasa kita sebut dengan dosis. So, abis baca artikel ini diharapkan semua readers bisa lebih bijaksana dalam mengkonsumsi obat, minimal readers patuh terhadap aturan pakai obat tersebut agar terhindar dari efek samping yang justru akan merugikan readers sendiri. Absorpsi dimana obat tersebut diabsorpsi oleh usus yang kemudian akan didistribusikan oleh darah melalui sistem perdaran darah ke dalam sel target. Didalam sel target tersebut obat akan dimetabolisme sehingga akan menimbulkan efek dari obat yang diinginkan. Setelah metabolisme itu selesai maka sel tersebut akan mengeluarkan zat sisa metabolisme obat yang akan dikeluarkan oleh tubuh dalam bentuk urin dan feses.

          Dari semua cara pemberian obat pemberian melalui intravena (infus) memiliki reaksinya paling cepat. Ini dikarenakan obat yang masuk langsung ikut kedalam peredaran darah tanpa harus melewati absorpsi terlebih dahulu. Adapun perjalanan obat melalui intravena dapat digambarkan sebagai berikut obat masuk melalui vena kemudian obat masuk kedalam jantung( atrium kanan dan Ventrikel kanan) kemudian ke paru – paru lalu masuk lagi ke jantung (atrium kiri dan ventrikel kiri) yang selanjutnya akan ikut dipompakan oleh jantung keseluruh tubuh. Dalam perjalanan obat didalam peredaran darah maka obat tersebut akan menuju target organ atau sel yang selanjutnya akan dimetabolisme sehingga menimbulkan efek pengobatan yang diinginkan. Dan akhir dari perjalanan obat tersebut adalah ekskresi dalam bentuk lain feses dan urin.

So, semoga penjelasan diatas bisa sedikit memberi gambaran pada readers semua tentang obat. Lets Go to stay healthy for better life. Bye...

Written by: @nou_chi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar