Rabu, 10 Juli 2013

mengenali kejang demam pada anak


Mengenali Demam dan Kejang pada Anak
Assalamualaikum...
Hai readers kita berjumpa lagi..
Kali nie saya  akan mencoba untuk berbagi ilmu tentang demam dan kejang pada anak..
So untuk readers semua, yuuu kita kenalan sama demam dan kejang pada anak..



So sebagai pengantar saya akan menjelaskan terlebih dahulu tentang arti dari demam, kejang dan demam...
Demam dapat diartikan sebagai naiknya suhu badan diatas normal yaitu diatas 380C. Demam merupakan salah satu tanda awal adanya infeksi, meskipun tidak semua demam merupakan tanda infeksi. Oelh karena itu diperlukannya pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti dari demam. Suhu tubuh sendiri dapat meningkat karena berbagai faktor. Antara lain aktivitas fisik, emosi, selesai makan, memakai pakaian tebal, suhu lingkungan yang tinggi, lingkungan dengan kelembapan yang tinggi, dan perlaihan cuaca.
Kejang adalah suatu kondisi saat tubuh anak tidak dapat menahan serangan demam pada suhu tubuh tertentu. Kejang sendiri merupakan hasil dari pelepasan listrik yang abnormal oleh otak. Suhu tubuh yang tinggi mengakibatkan rangsangan kerja saraf berlebihan sehingga jaringan syaraf tidak bisa lagi mengkoordinasikan syaraf – syaraf yang terdapat di anggota gerak tubuh, antara lain lengan dan kaki. Akibatnya terjadilah kejang pada lengan dan kaki. Penyebab kejang bermacam – macam antara lain kejang neonatal dan kejang demam. Yuk kita bahs satu persatu...
Kejang neonatal disebabkan oleh cedera saat lahir, kelainan metabolisme, infeksi, yang menyerang anak pada bulan pertama kelahiran.  Sedangkan kejang demam kejang yang ditimbulkan karena demam dan sering muncul pada awal – awal demam. Penyebab paling sering dari kejang demam adalah infeksi saluran napas atas. Kejang demam sangat sering terjadi dan mengenai sekitar 4% dari anak – anak, dan paling sering menyerang di tahun kedua kehidupan. Kejang demam sangat berkaitan dengan usia, jarang ditemukan kejadian kejang demam pada anak diatas usia 6 tahun.
Guys, kejang demam sendiri ditandai dengan wajah yang membiru, lengan dan kakinya tersentak sentak dalam beberapa waktu, tonik – klonik (tonik: kontraksi otot, menekuknya ekstremitas (ekstensi ekstremitas), dan hilang kesadaran. Sedangkan klonik relaksasi dan kontraksi ekstremitas yang teratur). Gejala ini dapat terjadi dalam hitungan detik, dan tidak ada tanda – tanda kerusakan sel saraf. Namun, jangan anggap sepele kejang ya readers karena akibat langsung dari kejang itu sendiri dapat membahayakan keselamatan anak. Karena efek dari kejang ini sendiri adalah gerakan tidak terkontrol dari mulut dan lidah. Lidah dapat seketika tergigit, atau berbalik arah dan menyumbat saluran napas. Untuk menghindarinya readers bisa menggunakan sendok yang sesuai dengan ukuran mulut anak yang dibungkus dengan kain lembut atau kassa kemudian masukkan kedalam mulut anak secara terbalik. Jangan sekali – kali memberikan ASI atau makanan atau minuman pada anak yang sedang kejang walaupun itu merupakan obat penurun panas. Karena hal itu bisa membahayakan anak readers, karena obat, atau makanan atau minuman itu kemungkinan besar bisa masuk kedalam paru. Jika begitu akan menambah derita anak tersebut karena penyakit yang dideritanya bertambah. Akibat lain dari kejang yang terjadi terus menerus atau berulang adalah penundaan pertumbuhan jaringan otak atau sering dikenal sebagai kemunduran otak. Semakin sering anak kejang semakin besar juga kemungkinan anak menderita kemunduran otak yang bisa memyebabkan anak menjadi idiot atau memiliki kecerdasan dibawah rata – rata. Selain itu juga anak bisa mengalami kelainan pertumbuhan secara keseluruhan seperti lumpuh, tidak bisa bicara. Readers semua pastinya ga mau donk ya buah hati atau ponakan, atau adik tercinta mengalami kejang demam?? So, jagalah selalu suhu tubuh anak – anak dalam rentang normal. Termometer adalah alat yang harus wajib ada dirumah, karena itu bisa menunjukkan keakuratan dalam menentukan suhu tubuh. Obat penurun panas atau bahasa kerennya antipireutik juga merupakan obat wajib yang harus ada di rumah. Karena obat ini merupakan salah satu pertolongan pertama dalam mengatasi demam pada anak. Jika anak pernah mengalami kejang sebelumnya maka obat anti konvulsan atau anti kejang adalah obat wajib berikutnya yang harus selalu ada dirumah untuk menghindari kejang yang terus menerus. Jenis obat yang sesuai untuk anak dengan gejala kejang demam adalah obat yang dimasukkan kedalam anus atau jenis obat rektal. Mintalah pada dokter resep untuk obat penurun panas dan anti kejang dengan jenis rektal untuk keamanan.
Kompres juga salah satu tindakan yang bisa membantu dalam menurunkan panas pada anak. Tapiii jangan asal kompres ya guys...
Kompres juga punya tekniknya guys...
Untuk suhu tubuh 38 – 390C kompres yang sesuai adalah kompres dengan air biasa. Lho koq air biasa bukan air es??? Itu semua agar tubuh tidak kaget guys dengan perbedaan suhu yang drastis dan menghindari penurunan suhu tubuh secara mendadak. Untuk suhu tubuh ≥ 400C kompres dengan air hangat guys. Kenapa begitu? Air panas dapat membantu dalam melebarkan pori – pori sehingga panas tubuh bisa keluar dari pori – pori tersebut. Tempat – tempat kompres yang paling efektif adalah tempat – tempat yang mengandung pembuluh darah besar yaitu kedua ketiak, kedua selangkangan, tengkukan lutut, dan dahi. Pemakaina baju yang tipis juga dianjurkan untuk membantu dalam menurunkan suhu tubuh.
Hal penting lainnya yang juga harus diingat adalah pemberian cairan yang cukup.  Karena penaikan suhu tubuh 10C maka terjadi kenaikan kebutuhan tubuh 12 % akan cairan bergantung pada berat badan anak itu sendiri. Hal ini untuk menghindari terjadinya kejang pada anak, selain itu juga membantu tubuh dalam menurunkan suhu tubuh karena cairan akan dikeluarkan melalui urin. Jangan sampai readers lupa ya untuk memberikan cairan yang cukup selama demam, sehingga tidak terjadi dehidrasi yang bisa mengakibatkan kejang pada anak.
Jika readers menemukan anak yang sedang kejang demam, hal pertama yang dilakukan adalah tetap tenang dan jangan panik. Berikut adalah tips untuk menangani kejang demam pada anak sebagai berikut:
1.     Telungkupkan dan palingkan wajahnya kesamping.
2.     Ganjal perutnya dengan bantal agar tidak tersedak.
3.     Lepaskan pakaian yang tebal atau selimut, kompres dengan air hangat.
4.     Bila anak muntah bersihkan mulutnya dengan jari sambil tetap memiringkan kepala anak.
5.     Bawalah ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan selanjutnya dan menentukan penyebab terjadinya kejang demam sehingga anak mendapatkan pengobatan yang sesuai dan kecacatan fisik dapat dihindari.
Pasti readers bertanya – tanya bagaimana menentukan bayi itu sakit atau tidak. Ada cara mudah untuk mengetahui tanda – tanda bayi sehat atau sakit. Berikut adalah langkah – langkah dalam melihat bayi itu sehat atau sakit dan skalanya.


Butir Observasi
Normal
Gangguan Sedang
Gangguan Berat
Kualitas menangis
Kuat dengan nada normal, senang atau tidak menangis.
Merengek atau terisak
Lemah atau merintih atau merintih dengan nada tinggi
Reaksi terhadap stimulasi orang tua (efek terhadap menagis bila dipeluk, dipangku, ditepuk punggungnya atau digendong)
Menangis sebentar kemudian berhenti atau senang dan tidak menangis.
Menangis berhenti kemudian menangis lagi.
Menangis terus menerus atau nyaris tidak berespon.
Variasi keadaan (dari bangun ke tidur atau dari tidur kebangun)
Bila bangun kemudian tetap bangun ataubila tidur kemudian dirangsang segera bangun.
Mata menutup sebentar kemudian bangun, atau bangun setelah dirangsang lama.
Tidak mau bangun atau jatuh tertidur.
Warna kulit
Merah muda.
Tangan, kaki pucat atau akrosianosis (tangan dan kaki biru).
Pucat, atau biru, atau keabu – abuan.
Hidrasi (kelembapan kulit, mata dan mulut)
Kulit normal dan mata mulut lembap.
Kulit, mata normal, mulut sedikit kering.
Kulit seperti adonan atau keriput,dan mata cekung, mulut kering.
Respon terhadap pengantar sosial ( dipeluk, digendong, dicium, diajak bicara, dihibur)
Tersenyum atau waspada.
Senyum sebentar atau waspada sebentar.
Tanpa senyum, wajah khawatir, datar tanpa ekspresi, atau tanpa waspada.



Semoga apa yang tadi sudah kita bahas bisa bermanfaat. Jangan sungkan untuk berbagi ilmu dan pengetahuan ya readers. Semakin banyak calon orang tua, orang tua, masyarakat umum yang tau tentang kejang demam, akan semakin sedikit kemungkinan anak mengalami kejang demam...
So, see u later in next time ya guys...
Lets Go to stay healthy for better life. Bye...
 Written by: @nou_chi



References:
Roy Meadow, Simon Newel. Lecture Notes Pedriatika [ e – Book].  Edisi Ke 7. EMS: Jakarta; 2003. Tersedia Dari http://books.google.co.id/books?id=EsX3D_3jQnEC&printsec=frontcover&hl=id#v=onepage&q&f=false



Tidak ada komentar:

Posting Komentar