Sabtu, 15 Februari 2014

Seri Laporan Pendahuluan Keperawatan Jiwa: Isos

LAPORAN PENDAHULUAN
ISOLASI SOSIAL
A.  Masalah Sosial
Isolasi Sosial
B.  Proses Terjadinya Masalah
1.  Pengertian
Isolasi sosial merupakan keadaan kesepian yang dialami oleh seseorang karena orang lain dianggap menyatakan sikap negatif dan mengancam bagi dirinya (Towsend, M.C, 1998).
Isolasi sosial merupakan keadaan dimana individu atau kelompok mengalami atau merasakan kebutuhan atau keinginan untuk menigkatkan keterlibatan dengan orang lain tetapi tidak mampu untuk membuat kontak (Carpenito, L.J, 1998).

Gangguan hubungan sosial adalah suatu kepribadian yang tidak fleksibel pada tingkah laku yang maladaptif, mengganggu fungsi seseorang dalam hubungan sosialnya (Depkes, 1994).
Dari beberapa pengertian diatas ceritaku menyimpulkan bahwa isolasi sosial adalah suatu keadaan dimana individu gagal dalam membuat kontak karena adanya persaan negatif dan mengancam, sehingga mengganggu fungsi seseorang dalam hubungan sosialnya.
2.  Rentang Respon Sosial

Keterangan:
a.  Solitut
Solitut atau menyendiri merupakan respon yang dibutuhkan seseorang untuk merenung apa yang telah dilakukan dilingkungan sosialnya dan suatu cara untuk menentukan langkahnya.
b.   Otonomi
Kemampuan individu untuk menentukan dan menyampaikan ide, pikiran, perasaan dalam hubungan sosial.
c.   Kebersamaan (Mutualisme)
Perilaku saling ketergantungan dalam membina hubungan interpersonal.
d.  Saling Ketergantungan (Interdependen)
Kondisi dalam hubungan interpersonal dimana hubungan tersebut mampu untuk saling memberi dan menerima.
e.  Kesepian
Kondisi dimana seseorang merasa sendiri, sepi, tidak adanya perhatian dengan orang lain atau lingkungannya.
f.   Menarik Diri
Kondisi dimana seseorangn tidak dapat mempertahankan hubungan dengan orang lain atau lingkungannya.
g.  Ketergantungan (Dependent)
Suatu keadaan individu yang tidak menyendiri dan sangat tergantung pada orang lain.
h.  Manipulasi
Individu berinteraksi dengan pada diri sendiri atau pada tujuan bukan berorientasi pada orang lain. Tidak dapat dekat dengan orang lain.
i.   Impulsive
Keadaan dimana individu tidak mampu merencanakan sesuatu, mempunyai penilaian yang buruk dan tidak dapat diandalkan.
j.   Narkisme
Secara terus – menerus berusaha mendapatkan penghargaan dan pujian. Individu akan marah jika orang lain tidak mendukungnya.

3.  Tanda dan Gejala
a.    Apatis
b.    Ekspresi Wajah Sedih
c.    Afek Tumpul
d.    Menghindar dari Orang Lain
e.    Klien tampak memisahkan diri dengan orang lain
f.    Komunikasi kurang
g.    Kontak mata kurang
h.    Berdiam diri
i.     Kurang mobilitas
j.     Gangguan pada tidur (tidur berlebihan / kurang tidur)
k.    Mengambil posisi tidur seperti janin
l.      Kemunduran kesehatan fisik
m.   Kurang memperhatikan perawatan diri.
4.  Etiologi
a.  Harga Diri Rendah
Harga Diri rendah adalah perilaku negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan yang diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung.
b.  Tanda dan Gejala
Ada 10 cara individu mengekspresikan secara langsung harga diri rendah, yaitu:
1)        Mengejek dan mengkritik diri sendiri
2)       Merendahkan atau mengurangi martabat diri sendiri
3)       Rasa bersalah atau khawatir
4)       Manifestasi fisik: tekanan darah tinggi, psikosomatik, dan penyalah gunaan zat.
5)       Menunda dan ragu dalam mengambil keputusan
6)       Menarik diri dari kehidupan sosial
7)       Menarik diri dari realitas
8)       Merusak diri
9)       Merusak atau melukai orang lain
10)     Kebencian dan penolakan terhadap diri sendiri
c.   Mekanisme Sebab Akibat
1)  Sebab: Harga Diri Rendah
a)   Mekanisme
Harga diri klien yang rendah menyebabkan klien merasa malu sehingga klien lebih suka sendiri dan selalu menghindari orang lain. Klien mengurung diri sehingga hal ini dapat menyebabkan klien berfikir yang tidak realistik.
2)  Akibat: Halusinasi
Halusinasi adalah persepsi panca indra tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat mempengaruhi semua sistem pengindraan dimana terjadi pada saat kesadaran individu itu baik.
a)   Mekanisme
Merusak pada diri pada individu dapat  mengakibatkan perubahan persepsi sensori. Halusinasi disebabkan karena dengan menarik diri, klien hanya menerima rangsangan internal dengan imajinasi yang berlebihan.
b)  Tanda dan Gejala Halusinasi
(1)          Bicara, senyum/ tertawa sendiri.
(2)         Mengatakan mendengar suara, melihat, mengecap, menghidu.
(3)         Merusak diri sendiri/orang lain, Lingkungan.
(4)         Tidak dapat membedakan hal yang nyata dan tidak nyata.
(5)         Tidak dapat memusatkan perhatian dan konsentrasi.
(6)         Pembicaraan kacau, kadang tidak masuk akal.
(7)         Sikap curiga dan bermusuhan.
(8)         Ketakutan.
(9)         Sulit membuat keputusan.
(10)       Menarik diri, menghindari diri dari orang lain.
(11)        Menyalahkan diri sendiri/ orang lain.
(12)       Muka merah kadang pucat, ekspresi wajah bingung.
(13)       Tekanan darah naik, napas cepat, nadi cepat, banyak keringat.

C.  Daftar Masalah
1.  Pohon Masalah


2.  Masalah Keperawatan dan Data yang Perlu Dikaji
No.
Data Fokus
Etiologi
Masalah
1.
DO:
a.    Berbicara dan tertawa sendiri.
b.    Bersikap seperti mendengar atau melihat sesuatu.
c.    Berhenti berbicara ditengah kalimat seperti mendengar sesuatu.
DS:
a.    Biasanya klien mengatakan mendengar suara – suara, melihat gambaran tanpa adanya stimulasi yang nyata, mencium bau tanpa stimulasi.
Isolasi Sosial
Perubahan Persepsi Sensori: halusinasi
2.
DO:
a.    Tidur Berlebihan.
b.    Tidak memperdulikan lingkungan.
c.    Kegiatan menurun, mobiliasasi kurang.
d.    Klien tampak diam, melamun dan menyendiri.
DS:
a.    Klien biasanya mengatakan lebih suka sendiri daripada berhubungan dengan orang lain.
Harga Diri rendah
Gangguan Isolasi Sosial: Menarik diri
3.
DO:
a.    Klien tampak lebih suka menyendiri.
b.    Bingung disuruh memilih alternative tindakan.
c.    Menciderai diri sendiri/ mengakhiri kehidupan
DS:
a.    Klien biasanya mengatakan saya tidak bisa, saya tidak mampu, saya bodoh, tidak tau apa – apa, mengkritik diri sendiri, mengungkapkan rasa malu terhadap diri sendiri.
Mekanisme Koping Tidak Adekuat
Harga Diri Rendah

D.  Diagnosa Keperawatan
1.     Perubahan Persepsi Sensori: Halusinasi
2.    Isolasi Sosial: Menarik Diri
3.    Gangguan Konsep Diri: Harga Diri Rendah

E.  Fokus Intervensi

Dx. Ns
Intervensi
Tujuan
Kriteria Hasil
Tindakan
Rasional
1
1.  Tujuan Umum
a.  Tidak terjadi perubahan persepsi sensori: halusinasi.
2.  Tujuan Khusus
a.  BHSP
b.  Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri.
c.   Klien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain.
d.  Klien dapat melaksanakan hubungan sosial secara bertahap.
e.  Klien dapat mengungkapkan perasaannya setelah berhubungan dengan orang lain.
f.   Klien dapat memberdayakan sisitem pendukung atau keluarga mampu mengembangkan kemampuan klien untuk berhubungan dengan orang lain.
g.  Klien dapat menggunakan obat dengan benar dan tepat.
1.  Ekspresi wajah bersahabat, menunjukan rasa senang dengan adanya kontak mata, mau berjabat tangan, mau menyebutkan nama, mau menjawab salam, mau duduk berdampingan dengan perawat, mau mengutarakan masalah yang dihadapi
1.  BHSP dengan prinsip komunikasi terapeutik.
2.  Sapa klien dengan ramah, baik verbal maupun non verbal.
3.  Perkenalkan diri dengan sopan.
4.  Tanyakan nama lengkap klien dan nama kesukaan klien.
5.  Jelaskan tujuan pertemuan.
6.  Jujur dan menepati janji.
7.  Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya.
8.  Ciptakan lingkungan yang tenang dan bersahabat.
9.  Beri perhatian dan penghargaan, temani klien walau tidak menjawab.
10.    Dengarkan dengan empati, beri kesempatan bicara, jangan terburu – buru, tunjukkan bahwa perawat mengikuti pembicaraan klien.
Hubungan salaing percaya merupakan dasar untuk kelancaran hubungan interaksi selanjutnya


2.  Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri.
1.  Kaji pengetahuan klien tentang perilaku menarik diri dan tanda – tandanya.
2.  Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaan penyebab menarik diri tidak mau bergaul.
3.  Diskusikan pada klien tentang perilaku menarik diri, tanda serta penyebab yang muncul.
4.  Berikan reinforcement positif terhadap kemampuan klien dalam mengungkapkan perasaannnya.
Diketahuinya penyebab akan dapat dihubungkan dengan faktor presipitasi yang dialami klien.


3.  Klien dapat menyebutkan keuntungan dan kerugian berhubungan dengan orang lain
1.  Kaji pengetahuan klien tentang manfaat keuntungan dengan orang lain serta kerugian bila tidak berhubungan dengan orang lain.
2.  Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya tentang berhubungan dengan orang lain.
3.  Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaan, tentang kerugian bila tidak berhubungan dengan orang lain.
4.  Diskusikan bersama tentang keuntungan dan kerugian berhubungan dengan orang lain.
5.  Beri reinforcement positif terhadap kemampuan klien dalam mengungkapkan perasaannya terhadap keuntungan berhubungan dengan orang lain dan kerugian jika tidak berhubungan dengan orang lain.
1.  Mengidentifikasi sejauh mana keuntungan dan kerugian yang klien rasakan jika berhubngan dengan orang lain.



4.  Klien dapat mendemonstrasikan hubungan sosial secra bertahap, klien – perawat – perawat lain atau klien lain – perawat – kelompok/masyarakat.
1.  Kaji kemampuan klien membina hubungan dengan orang lain.
2.  Dorong dna bantu klien berhubungan dengan orang lain melalui tahap klien – perawat, klien – perawat – perawat lain, atau klien – perawat – perawat lain – klien lain – kelompok masyarakat.
3.  Beri reinforcement positif atas keberhasilan yang telah dicapai.
4.  Bantu klien dalam mengevaluasi manfaat hubungan.
5.  Diskusikan jadwal harian yang dapat dilakukan bersama klien dalam mengisis waktu luang.
6.  Memotivasi klien untuk mengikuti kegiatan ruangan.
7.  Beri reinforcement positif atas kegiatan lain.
1.  Klien harus dicoba berinteraksi secara bertahap agar terbiasa membina hubungan yang sehat dengan orang lain.
2.  Mengevaluasi manfaat yang dirsakan klien sehingga timbul motivasi untuk berinteraksi.


5.  Klien dapat mengungkapkan perasaan setelah berhubungan dengan orang lain.
1.  Dorong klien untuk mengungkapkan perasaannya bila berhubungan dengan orang lain.
2.  Diskusikan dengan klien tentang perasaan dan manfaat berhubungan dengan orang lain.
3.  Beri reinforcement positif atas kemampuan klien dalam mengungkapkan perasaannya berhubungan dengan orang lain.
1.  Ungkapan perasaan klien bila berhubungan dengan orang lain akan sangat membantu klien memahami manfaat berhubungan dengan orang lain.


6.  Keluarga dapat menjelaskan perasaannya, menjelaskan cara merawat klien menarik diri, mendemonstrasikan cara perawatan klien menarik diri, berpartisipasi dalam perawatan klien menarik diri.
1.  Bina hubungan saling percaya dengan keluarga: salam, perkenalkan diri, sampaikan tujuan, buat kontrak eksplorasi perasaan keluarga.
2.  Diskusikan dengan anggota keluarga tentang: perilaku menarik diri, akibat yang akan terjadi jika perilaku menarik diri tidak ditanggapi, cara keluarga dalam menghadapi klien menarik diri.
3.  Dorong anggota keluarga secara rutin dan bergantian menjenguk klien minimal 1 minggu sekali.
4.  Anjurkan anggota keluarga untuk memberi dukungan kepada klien untuk berkomunikasi dengan orang lain.
5.  Beri reinforcement positif atas hal – hal yang sudah dicapai keluarga.
6.  Keluarga dapat membantu dan mendukung klien untuk berhubungan dengan orang lain melalui keterlibatan keluarga dalam merawat klien.


7.  Klien dapat minum obat dengan prinsip benar dan mengetahui efek obat dan mengkomunikasikannya dengan perawat jika terjadi keluhan.
1.  Diskusikan dengan klien tentang obat (nama, dosis, frekuensi, efek samping minum obat).
2.  Bantu dalam menggunakan obat dengan prinsip 5 benar (benar pasien, obat, dosis, cara, dan waktu).
3.  Anjurkan klien untuk membicarakan efek samping obat yang dirasakan.
4.  Beri reinforcement positif bila klien menggunakan obat dengan benar.
5.  Dengan mengetahui prinsip yang benar dalam menggunakan obat, akan meminimalkan terjadinya ketidak efektifan pengobatan atau keracunan. Hal ini juga dimaksudkan untuk memotivasi klien agar bersedia meminum obat (patuh dalam pengobatan).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar